Rabu, 15 Maret 2017

ASAL USUL PURA SAMUANTIGA

Sejarah Pura Samuan Tiga yang terletak di desa Bedulu, Blahbatuh, kabupaten Gianyar Bali, dan berfungsi sebagai tempat memuja kekuatan alam dan nenek moyang. Tergolong pura yang sudah tua, karena dibangun pada masa pra-sejarah, melewati perjalanan sejarah yang sangat panjang, sehingga ada kemungkinan ada informasi yang hilang, seperti yang ada di salah satu halaman dalam lontar Tatwa Siwa Purana menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Prabu Candrasangka membangun pura Penataran sasih dan Samuan Tiga dan ilen-ilen (hiburan) tarkala piodalan seperti nampiyog nganten, sanghyang jaran nglamuk beha (menginjak bara), mapalengkungan siyat pajeng, pendet dan siyat sampian dengan tujuan menghilangkan sehananing leteh dan membersihkan diri.
Setelah ditelusuri nama Prabu Candrasangka tidak ada dalam sejarah raja-raja yang ada di Bali tapi yang ada Candrabhayasingha Warmadewa yang tersimpan dalam prasasti di pura Sakenan Manukaya Tampaksiring, yang berisi sejarah pembuatan pemandia tirta di Air Hampul (Tirta Empul). Sumber-sumber sangat penting untuk mengetahui lebih jelas sejarah-sejarah pura yang dibangun di Bali. Karena berdirinya setiap pura yang ada di Bali ada sejarahnya dan prasasti ataupun purana yang menyebutkan sejarah berdirinya. Jika memang yang dimaksudkan dalam lontar Tatwa Siwa Purana adalah Candrabhayasingha Warmadewa (nama lain dari Prabu Candrasangka), maka dapat dikatakan pembuatan pura Samuan Tiga pada saat pembuata Tirta Empul pada abad ke-10 di masa Bali Kuna, dengan konsepsi keagamaan pada saat itu adalah setiap kerajaan harus memilik 3 buah pura utama, maka pada masa kerajaan ini. dibangunlah Pura Gunung yaitu Pura Tirta Empul di Tampaksiring, Pura Penataran adalah Pura Samuan Tiga, dan yang ketiga Pura Segara. Pada masa Bali Kuna sering terjadi konflik sekte keagamaan, sehingga dalam perkembangannya Mpu Kuturan membuat suatu konsep Trimurti guna menyatukan semua sekte dimana dalam konsep tersebut terdapat tiga dewa utama yaitu: Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa dengan pendirian desa Pakraman dengan 3 pura kahyangan desa yaitu Pura Desa, Puseh dan Dalem.

Pura Samuan Tiga berlokasi dilingkungan pedesaan yang masih asri, dan sebagai situs cagar budaya, sehingga wisatawan yang hobby dengan perjalanan tour dengan menyelami wisata sejarah, tempat di sini akan begitu menyenangkan, disekitar pura ada tumbuh-tumbuhan besar sebagai perindang sehingga suasana selalu sejuk, kawasan pura memiliki tujuh mandala/ halaman dengan ketinggian tempat yang berbeda-beda, ke tujuh halaman tersebut yaitu; Mandala Jaba, Penataran Agung, Duur Delod, Beten Kangin, Batan Manggis, Samenggen dan Mandala Jeroan. Parkir yang luas tersedia untuk pengunjung yang datang ke pura.
Untuk pengetahui informasi tentang Pura lainnya yang ada baca juga artikel mengenai  Pura di Bali

2 komentar: