Sejarah Pura Samuan Tiga yang terletak di desa
Bedulu, Blahbatuh, kabupaten Gianyar Bali, dan berfungsi sebagai tempat
memuja kekuatan alam dan nenek moyang. Tergolong pura yang sudah tua,
karena dibangun pada masa pra-sejarah, melewati perjalanan sejarah yang
sangat panjang, sehingga ada kemungkinan ada informasi yang hilang,
seperti yang ada di salah satu halaman dalam lontar Tatwa Siwa Purana
menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Prabu Candrasangka membangun
pura Penataran sasih dan Samuan Tiga dan ilen-ilen (hiburan) tarkala
piodalan seperti nampiyog nganten, sanghyang jaran nglamuk beha
(menginjak bara), mapalengkungan siyat pajeng, pendet dan siyat sampian
dengan tujuan menghilangkan sehananing leteh dan membersihkan diri.
Setelah
ditelusuri nama Prabu Candrasangka tidak ada dalam sejarah raja-raja
yang ada di Bali tapi yang ada Candrabhayasingha Warmadewa yang
tersimpan dalam prasasti di pura Sakenan Manukaya Tampaksiring,
yang berisi sejarah pembuatan pemandia tirta di Air Hampul (Tirta
Empul). Sumber-sumber sangat penting untuk mengetahui lebih jelas
sejarah-sejarah pura yang dibangun di Bali. Karena berdirinya setiap
pura yang ada di Bali ada sejarahnya dan prasasti ataupun purana yang
menyebutkan sejarah berdirinya. Jika memang yang dimaksudkan dalam
lontar Tatwa Siwa Purana adalah Candrabhayasingha Warmadewa (nama lain
dari Prabu Candrasangka), maka dapat dikatakan pembuatan pura Samuan
Tiga pada saat pembuata Tirta Empul pada abad ke-10 di masa Bali Kuna,
dengan konsepsi keagamaan pada saat itu adalah setiap kerajaan harus
memilik 3 buah pura utama, maka pada masa kerajaan ini. dibangunlah Pura
Gunung yaitu Pura Tirta Empul di Tampaksiring, Pura Penataran adalah
Pura Samuan Tiga, dan yang ketiga Pura Segara. Pada masa Bali Kuna
sering terjadi konflik sekte keagamaan, sehingga dalam perkembangannya
Mpu Kuturan membuat suatu konsep Trimurti guna menyatukan semua sekte
dimana dalam konsep tersebut terdapat tiga dewa utama yaitu: Dewa
Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa dengan pendirian desa Pakraman dengan 3 pura kahyangan desa yaitu Pura Desa, Puseh dan Dalem.
Pura Samuan Tiga berlokasi dilingkungan pedesaan yang masih asri, dan
sebagai situs cagar budaya, sehingga wisatawan yang hobby dengan
perjalanan tour dengan menyelami wisata sejarah, tempat di sini akan
begitu menyenangkan, disekitar pura ada tumbuh-tumbuhan besar sebagai
perindang sehingga suasana selalu sejuk, kawasan pura memiliki tujuh
mandala/ halaman dengan ketinggian tempat yang berbeda-beda, ke tujuh
halaman tersebut yaitu; Mandala Jaba, Penataran Agung, Duur Delod, Beten
Kangin, Batan Manggis, Samenggen dan Mandala Jeroan. Parkir yang luas
tersedia untuk pengunjung yang datang ke pura.
Untuk pengetahui informasi tentang Pura lainnya yang ada baca juga artikel mengenai Pura di Bali
artikel ini sangat bermanfaat ;)
BalasHapusterimaksih kembali. semoga artikelnya bermanfaat :)
BalasHapus